Jumat, 17 Desember 2010
Kamis, 16 Desember 2010
Siapa Yang Menjiplak Artikle Blogmu?
Nah, pas jalan-jalan gak sengaja ketemu situs bagus. Situs buat mengetahui siapa yang telah menjiplak artikel di blog kita. Caranya cukup mudah, gak perlu mendaftar, tinggal taruh alamat/URL blogmu trus pencet tombol "GO", tinggal tunggu bentar trus langsung keluar siapa yang ngambil ato yang copy paste artikel blogmu. Kalo untuk mengetahui siapa yang menjiplak artikel2 atau postingan2 tertentu maka yg kamu masukkan ke sana adalah link dari judul postinganmu, jadi nanti akan ketahuan siapa yang menjiplak postinganmu tersebut.
Tapi sayang untuk yang versi gratis kita hanya bisa mengetahui beberapa aja, jadi gak bisa mengetahui semua yang ngopy paste blog kita. Tapi lumayan kan buat mengintip dikit. he..he.. . OK bagi yang pengen tahu nih alamatnya http://www.copyscape.com, langsung datengin aja tuh kesana.
Tapi sayang untuk yang versi gratis kita hanya bisa mengetahui beberapa aja, jadi gak bisa mengetahui semua yang ngopy paste blog kita. Tapi lumayan kan buat mengintip dikit. he..he.. . OK bagi yang pengen tahu nih alamatnya http://www.copyscape.com, langsung datengin aja tuh kesana.
Label:
TEKNIK SIPIL
Struktur Kayu
Pendahuluan
Indonesia merupakan suatu negara yang kaya dengan kayu, baik jenis maupun kuantitasnya. Pulau – pulau besar .seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi, saat ini masih mempunyai hutan yang sangat luas yang banyak menghasilkan kayu. Namun sayangnya, penelitian tentang kayu ini masih sangat kurang. Oleh karenanya pemakaian kayu dalam konstruksi terlalu berlebihan, sedang penggunaan alat penyambungpun masih memakai alat penyambung yang sudah kuno. Padahal penyambungan dengan alat sambung moderen akan dapat menghemat pemakaian kayu.
Sehubungan dengan hal di atas, maka dalam buku ini akan dibicarakan beberapa hal tentang kayu, sperti : Jenis dan pertumbuhan kayu, sifat-sifat kayu, tegangan dan daya dukung kayu, kelas dan mutu kayu, sambungan dan alat sambung kayu, dan contoh perhitungan gelagar untuk jembatan kayu sederhana.
A. Pohon
Sebatang pohon terdiri dari batang, dahan (cabang), ranting, dan daun. Bila sebatang pohon dipotong secara melintang pada bagian batangnya, akan terlihat bagian-bagiannya sebagai berikut.
Lihat Gambar Penampang Kayu
1. Kulit luar, yaitu bagian sebelah luar dari batang pohon yang merupakan lapisan yang sudah mati, lapisan ini berfungsi melindungi bagian-bagian sebelah dalamnya.
2. Kulit dalam, merupakan bagian sebelah dalam dari kulit luar yang masih hidup, bagian ini merupakan bagian yang sangat tipis yang dinamakan “lapisan kambiun”.
4. Kayu muda (Kayu lunak), terdapat pada bagian sebelah dalam dari lapisan kambiun. Kayu muda (kayu lunak) berwarna keputih-putihan yang disebut dengan “ kayu gubal” (sap wood). Lapisan ini merupakan bagian yang hidup pada kayu, zat makanan yang diserap oleh akar pohon diteruskan ke daun untuk diolah melalui bagian kayu lunak tersebut, kemudian didistribusikan kembali kebagian lainya juga melalui lapisan ini. Selain berfungsi sebagai pembawa dan pendistribusian juga berfungsi sebagai tempat menyimpan makanan. Ketebalan lapisan kayu muda atau kayu gubal ini berbeda-beda pada setiap pohon (tergantung pada jenis pohonnya).
5. Kayu inti (kayu teras), bagian sebelah dalam dari kayu muda terdapat lapisan yang lebih tebal dan lebih keras yang disebut “kayu teras” atau kayu inti, yaitu bagian yang berperan hanya sebagai inti kayu yang kuat dan kokoh. Lapisan kayu teras atau kayu inti berwarna agak lebih tua dari kayu gubal. Karena pada lapisan ini tidak terdapat bahan makanan di dalamnya , maka lapisan ini lebih awet dibanding dengan kayu gubal. Oleh karenanya bagian kayu teras atau kayu inti ini merupakan bahan yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan konstruksi.
6. Hati kayu, merupakan bagian yang terdalam dari batang pohon, bagian ini merupakan bagian yang berguna untuk menentukan jenis pohon.
B. Jenis pohon
Secara umum pohon (kayu) dapat digolongkan atas dua jenis, yaitu pohon berpori dan pohon tidatk berpori. Pohon berpori mempunyai kayu lunak dan pohon
tidak berpori mempunyai kayu keras Ada beberapa macam sel yang terdapat pada kayu, baik kayu lunak maupun kayu keras. Akan tetapii ada jenis sel yang terdapat pada kayu lunak tapi tidak terdapat pada kayu keras dan sebaliknya.
1. Kayu lunak
Pada kayu lunak terdapat beberapa macam sel yang berfungsi mengangkut makanan ke arah tertentu dari pohon, jenis sel yang terdapat pada kayu lunak tersebut adalah:
a. Tracheids, bagian ini terdapat pada kayu lunak yang berfungsi untuk membawa bahan makanan ke arah memanjang // arah sumbu batang atau dahan dan ranting. Sel ini berukuran panjang ± 2 sampai 7 mm dengan ¯ kira-kira 1/100 panjangnya.
b. Parenchima, adalah suatu sinar sumsum yang dibentuk oleh sel-sel untuk membawa makanan ke arah radial. Sel-sel/sinar yang dibentuk oleh sel-sel tersebut juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan makanan.
c. Papa damar, bagian ini terbentuk setelah bertambahnya gelang tahun yang menyebabkan terjadinya lubang-lubang memanjang (ruangan interseluler). Mula-mula ruangan ini berisi udara saja, tetapi dalam waktu yang lama sesuai petumbuhan kayu, ruangan tersebut berisi semacam zat resin yang dinamakan “Damar”.
1. Kayu keras
Sebagaimana pada kayu lunak, pada kayu keras juga terdapat beberapa macam sel sebagai berikut:
a. Serat (Fiber), merupakan bagian yang terbanyak terdapat pada kayu keras, sama halnya dengan “tracheids” pada kayu lunak. Serat tersebut berukuran panjang ± 0,6 sampai 3 mm. Dengan dinding lebih tipis.
b. Parenchima, seperti pada kayu lunak sel ini membentuk jari-jari teras yang arahnya juga ada // arah serat. Jumlah jari-jari ini lebih banyak dibanding dengan yang terdapat pada kayu lunak.
c. Pori/pipa, pada kayu lunak tidak terdapat pipa tetapi terdapat pori-pori (pipa damar) atau dikatakan non porous. Sedang pada kayu keras tidak terdapat pipa-pipa damar, tetapi terdapat pori / pipa atau dikatakan porous. Hal ini merupakan perbedaan antara kayu lunak dan kayu keras.
5. Kayu inti (kayu teras), bagian sebelah dalam dari kayu muda terdapat lapisan yang lebih tebal dan lebih keras yang disebut “kayu teras” atau kayu inti, yaitu bagian yang berperan hanya sebagai inti kayu yang kuat dan kokoh. Lapisan kayu teras atau kayu inti berwarna agak lebih tua dari kayu gubal. Karena pada lapisan ini tidak terdapat bahan makanan di dalamnya , maka lapisan ini lebih awet dibanding dengan kayu gubal. Oleh karenanya bagian kayu teras atau kayu inti ini merupakan bahan yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan konstruksi.
6. Hati kayu, merupakan bagian yang terdalam dari batang pohon, bagian ini merupakan bagian yang berguna untuk menentukan jenis pohon.
B. Jenis pohon
Secara umum pohon (kayu) dapat digolongkan atas dua jenis, yaitu pohon berpori dan pohon tidatk berpori. Pohon berpori mempunyai kayu lunak dan pohon
tidak berpori mempunyai kayu keras Ada beberapa macam sel yang terdapat pada kayu, baik kayu lunak maupun kayu keras. Akan tetapii ada jenis sel yang terdapat pada kayu lunak tapi tidak terdapat pada kayu keras dan sebaliknya.
1. Kayu lunak
Pada kayu lunak terdapat beberapa macam sel yang berfungsi mengangkut makanan ke arah tertentu dari pohon, jenis sel yang terdapat pada kayu lunak tersebut adalah:
a. Tracheids, bagian ini terdapat pada kayu lunak yang berfungsi untuk membawa bahan makanan ke arah memanjang // arah sumbu batang atau dahan dan ranting. Sel ini berukuran panjang ± 2 sampai 7 mm dengan ¯ kira-kira 1/100 panjangnya.
b. Parenchima, adalah suatu sinar sumsum yang dibentuk oleh sel-sel untuk membawa makanan ke arah radial. Sel-sel/sinar yang dibentuk oleh sel-sel tersebut juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan makanan.
c. Papa damar, bagian ini terbentuk setelah bertambahnya gelang tahun yang menyebabkan terjadinya lubang-lubang memanjang (ruangan interseluler). Mula-mula ruangan ini berisi udara saja, tetapi dalam waktu yang lama sesuai petumbuhan kayu, ruangan tersebut berisi semacam zat resin yang dinamakan “Damar”.
1. Kayu keras
Sebagaimana pada kayu lunak, pada kayu keras juga terdapat beberapa macam sel sebagai berikut:
a. Serat (Fiber), merupakan bagian yang terbanyak terdapat pada kayu keras, sama halnya dengan “tracheids” pada kayu lunak. Serat tersebut berukuran panjang ± 0,6 sampai 3 mm. Dengan dinding lebih tipis.
b. Parenchima, seperti pada kayu lunak sel ini membentuk jari-jari teras yang arahnya juga ada // arah serat. Jumlah jari-jari ini lebih banyak dibanding dengan yang terdapat pada kayu lunak.
c. Pori/pipa, pada kayu lunak tidak terdapat pipa tetapi terdapat pori-pori (pipa damar) atau dikatakan non porous. Sedang pada kayu keras tidak terdapat pipa-pipa damar, tetapi terdapat pori / pipa atau dikatakan porous. Hal ini merupakan perbedaan antara kayu lunak dan kayu keras.
Label:
TEKNIK SIPIL
Selasa, 14 Desember 2010
Real Desktop (Software Mempercantik Desktop)
Anda ingin tampilan layar desktop Anda terlihat lain atau berbeda dengan yang lain, Anda bisa mencoba sofware satu ini untuk mewujudkannya. Real Desktop standard ini merupakan perangkat lunak yang mampu membuat tampilan layar desktop Anda kelihatan cantik, menarik dan lebih grafis.Dengan tool ini baik icon, tyema maupoun wallpaper dari tampilan desktop Anda akan terlihat bersifat 3d yang tentunya sangat lain dibandingkan dengan tayangan dari komputer yang lainnya.
Sistem Operasi : Windows 2000/XP/Vista/7
Freeware, 4,96 Mb
Downloads!!!
Minggu, 05 Desember 2010
teknik sipil UNP
Label:
TEKNIK SIPIL
Senin, 29 November 2010
Uji Konsoldasi (CONSOLIDATION TEST)
Bila suatu lapisan tanah mengalami tambahan beban di atasnya maka air pori akan mengalir dari lapisan tersebut dan volumenya akan menjadi lebih kecil. Peristiwa inilah yang disebut dengan konsolidasi. Pada umumnya konsolidasi ini akan berlangsung dalam satu jurusan vertikal saja karena lapisan yang mendapat beban tambahan tersebut tidak dapat bergerak dalam jurusan horizontal (ditahan oleh tanah sekelilingnya).
Dalam keadaan seperti ini pengaliran air juga akan berjalan terutama dalam jurusan vertikal saja. Ini disebut dengan konsolidasi satu jurusan (one dimensional consolidation) dan perhitungan konsolidasi hampir selalu didasarkan pada teori ini.
Pada waktu konsolidasi berlangsung, gedung atau bangunan di atas lapisan tersebut akan menurun. Dalam bidang teknik sipil ada dua hal yang perlu diketahui mengenai penurunan tersebut, yaitu :
* Besarnya penurunan yang akan terjadi.
* Kecepatan penurunan.
Bila tanahnya berjenis lempung, maka penurunan akan agak besar, sedangkan kalau tanah terdiri dari pasir, penurunannya akan kecil. Karena itu lempung dikatakan mempunyai High Compressibility dan pasir mempunyai Low Compresibility. Penurunan pada lempung biasanya memakan waktu yang lama, karena daya rembesan air sangat lemah.
Sebaliknya penurunan pada pasir berjalan sangat cepat sehingga pada waktu pembangunan di atas pasir sudah selesai, maka penurunan juga dianggap selesai. Karena itu biasanya orang hanya memperhitungkan penurunan lapisan pada tanah lempung.
Ada dua istilah yang dipakai untuk menggambarkan suatu sifat yang penting dari lapisan lempung endapan (sedimentary clays). Lapisan semacam ini setelah pengendapannya akan mengalami konsolidasi dan penurunan akibat tekanan dari lapisanlapisan yang kemudian mengendap di atasnya. Endapan yang terjadi pada lapisan lempung ini lama-kelamaan mungkin menjadi hilang lagi oleh karena sebab-sebab biologi, misalnya erosi oleh air atau es. Ini berarti lapisan-lapisan bawah pada suatu saat dalam sejarah geologinya pernah mengalami konsolidasi akibat tekanan yang lebih tinggi dari pada tekanan yang berlaku di atasnya pada masa sekarang ini.
Lapisan semacam ini disebut Over Consolidated. Sedangkan lapisan yang belum pernah mengalami tekanan yang lebih tinggi di atasnya daripada tekanan yang berlaku pada masa sekarang disebut Normally Consolidated.
Kecepatan penurunan pada konsolidasi tergantung kepada beberapa faktor, yaitu :* Daya rembesan air tanah (permeability), inilah yang menentukan kecepatan air yang mengalir dari tanah.
* Compressibility tanah, inilah yang menentukan banyaknya air yang mengalir.
Sifat tanah lempung setelah pemadatan akan bergantung pada cara atau usaha pemadatan, macam tanah dan kadar airya ( penelitian seed dan chan, 1959). Kadar air tanah yang dipadatkan didasarkan pada posisi kadar air sisi kering optimum (dry side of optimum), dekat dengan optimum, dan sisi basah optimum ( wet side of optimum).
Kering optimum didevinisikan sebagai kadar air yang kurang dari kadar air optimumnya, sedangkan basah optimum didevinisikan sebagai kadar air yang berarti kurang lebih mendekati optimumnya. Pada keadaan kerig optimum tanah terflokulasi sedangkan pada keadaan basah optimum susunan tanah lebih terdispersi beraturan.
Permeabilitas akan lebih tinggi bila tanah dipadatkan pada kering optimum dibandingkan tanah dipadatkan pada keadaan basah optimum. Kompresibilitas atau sifat mudah mampat lempung yang dipadatkan adalah fungsi dari tingkat tekanan yang dibebankan pada tanahnya.
1. Maksud dan Tujuan Pengujian
Untuk mendapatkan koefisien indeks pemampatan dan pengembangan (Cc, Cr) , koefisien konsolidasi (Cv) serta tekanan prakonsolidasi (pc)
Diharapkan dapat melakukan pengujian konsolidasi yang maksudnya untuk menentukan sifat pemampatan suatu jenis tanah, yaitu sifat-sifat perubahan isi dan proses keluarnya air dari dalam pori tanah yang diakibatkan adanya perubahan tekanan vertical yang bekerja pada tanah tersebut.
Diharapkan dapat melakukan pengujian konsolidasi yang maksudnya untuk menentukan sifat pemampatan suatu jenis tanah, yaitu sifat-sifat perubahan isi dan proses keluarnya air dari dalam pori tanah yang diakibatkan adanya perubahan tekanan vertical yang bekerja pada tanah tersebut.
2. Alat yang Digunakan
a. Satu unit alat konsolidasi
b. Pisau kawat
c. Alat pengeluar contoh tanah dari tabung (sample extruder)
d. Beban-beban untuk pembebanan
e. Stop watch
f. Oven
g. Neraca / timbangan
h. Cawan
i. Desicator
3. Bahan yang Digunakan
a. Aquades
b. Kertas saring
c. Contoh tanah dari tabung boring
.4. Prosedur Pengujian
4.1. Persiapan Pengujian
a. Cincin dibersihkan dan dikeringkan kemudian timbang beratnya
b. Keluarkan contoh tanah dari tabung dengan extruder
c. Contoh tanah dimasukkan kedalam cincin kemudian potong dengan pisau perata dan ujungnya diratakan
4.2. Pelaksanaan Pengujian
a. Timbang berat cincin (W1)
b. Timbang berat benda uji dan cincin (W2)
c. Letakkan cincin benda uji diantara batu berpori dengan dilapisi kertas saring pada sel konsolidasi
d. Atur alat (nivo) pada posisi seimbang (balance) dengan memutar span skrup pengatur dan letakkan bola baja kecil dalam coakan plat penekan supaya menyentuh bola baja
e. Atur arloji pengukur (dial deformasi) pada posisi tertekan diatas batu pori kemudian di-nol-kan
f. Tuangkan air pada sel konsolidasi dan diamkan selama 24 jam agar contoh tanah jenuh air
g. Setalah itu letakkan beban pertama pada tempat beban sehingga besar tekanan yang diterima oleh contoh tanah yaitu sebesar 0.25 kg/cm2
h. Lepaskan span baut pengatur
i. Baca penurunan pada 0 menit, 0.25 menit, 1 menit, 2.25 menit, 4 menit, 6.25 menit, 9 menit, 12.25 menit, 20.25 menit, 25 menit, 36 menit, 60 menit, 120 menit, 240 menit, 480 menit dan 1440 menit (24 jam)
j. Setelah dilakukan pembacaan selama 24 jam, tambahkan beban kedua sebesar 0,5 kg/cm2 dan atur baut pengatur hingga menyentuh lengan beban dan lakukan pembacaan seperti langkah-langkah pada pembenanan yang pertama.
k. Setelah itu dilakukan penambahan beban ketiga dan seterusnya.
l. Setelah dilakukan pembebanan maksimum, kurangi beban dalam dua tahap sampai mencapai beban pertama. Baca dial deformasi 24 jam setelah pengurangan beban lalu beban dikurangi lagi. Lakukan pembacaan kembali setelah 24 jam berikutnya.
m. Pada akhir pembacaan, keluarkan benda uji kemudian timbang beratnya dan ukur tinggi contoh tanahnya
n. Masukkan contoh tanah kedalam oven untuk ditentukan kadar airnya

5. Teori
.…………..……………………… (11.1)
dimana :
Wd = Berat benda uji (gram)
A = Luas benda uji (cm2)
GS = Berat jenis butir tanah
2. Menghitung besarnya penurunan total ( H ) yang terjadi pada setiap pembebanan
H = Pembacaan arloji pengukur pada permulaan percobaan dikurangi dengan pembacaan arloji pengukur sesudah pembebanan yang bersangkutan
3. Menghitung angka pori mula-mula (angka pori asli) eo dalam persamaan :
……..……….....…....…..……(11.2)
dimana :
Ho = Tinggi contoh tanah mula-mula
4. Menghitung perubahan angka pori (e) pada setiap pembebanan dengan persamaan
..……...…….........………………(11.3)
5. Menghitung angak pori (e) pada setiap pembebanan dengan persamaan :
e = eo - e ………….…………………..……(11.4)
6. Gambarkan harga-harga angka pori ini pada kurva angka pori terhadap tekanan dengan skala logaritma untuk tekanan
7. Menghitung derajat kejenuhan sebelum dan sesudah percobaan dengan persamaan
….……...……..………………..(11.5)
8. Menghitung koefisien konsolidasi ( Cv ) dengan persamaan :
....... ......…..…………..………(11.6)
dimana :
H = tinggi benda uji (cm)
= 0,5 (Ho – 0,5 Ht)
Ho = Tinggi contoh tanah mula-mula
Ht = Tinggi contoh tanah setelah terkonsolidasi
t90 = waktu untuk mencapai konsolidasi 90 %
Menentukan harga t90 :
Langkah-langkah dalam menentukan harga t90 :
- Buat grafik penurunan vs akar waktu penurunan
- Tarik garis singgung pada kurva didaerah penurunan awal dan cari titik potong dengan sumbu akar waktu sebesar 1,15 kali absis titik potong pertama tadi untuk dihubungkan dengan titik potong antara perpanjangan garis singgung tadi dan sumbu vertikal. Absis titik potong antara garis terakhir dengan kurcva itulah yang dinamakan dengan t90
Contoh Laporan :
LAPORAN_PRAKTIKUM TEST KONSOLIDASI _Sahnohilhami_ -
c. Contoh tanah dimasukkan kedalam cincin kemudian potong dengan pisau perata dan ujungnya diratakan
4.2. Pelaksanaan Pengujian
a. Timbang berat cincin (W1)
b. Timbang berat benda uji dan cincin (W2)
c. Letakkan cincin benda uji diantara batu berpori dengan dilapisi kertas saring pada sel konsolidasi
d. Atur alat (nivo) pada posisi seimbang (balance) dengan memutar span skrup pengatur dan letakkan bola baja kecil dalam coakan plat penekan supaya menyentuh bola baja
e. Atur arloji pengukur (dial deformasi) pada posisi tertekan diatas batu pori kemudian di-nol-kan
f. Tuangkan air pada sel konsolidasi dan diamkan selama 24 jam agar contoh tanah jenuh air
g. Setalah itu letakkan beban pertama pada tempat beban sehingga besar tekanan yang diterima oleh contoh tanah yaitu sebesar 0.25 kg/cm2
h. Lepaskan span baut pengatur
i. Baca penurunan pada 0 menit, 0.25 menit, 1 menit, 2.25 menit, 4 menit, 6.25 menit, 9 menit, 12.25 menit, 20.25 menit, 25 menit, 36 menit, 60 menit, 120 menit, 240 menit, 480 menit dan 1440 menit (24 jam)
j. Setelah dilakukan pembacaan selama 24 jam, tambahkan beban kedua sebesar 0,5 kg/cm2 dan atur baut pengatur hingga menyentuh lengan beban dan lakukan pembacaan seperti langkah-langkah pada pembenanan yang pertama.
k. Setelah itu dilakukan penambahan beban ketiga dan seterusnya.
l. Setelah dilakukan pembebanan maksimum, kurangi beban dalam dua tahap sampai mencapai beban pertama. Baca dial deformasi 24 jam setelah pengurangan beban lalu beban dikurangi lagi. Lakukan pembacaan kembali setelah 24 jam berikutnya.
m. Pada akhir pembacaan, keluarkan benda uji kemudian timbang beratnya dan ukur tinggi contoh tanahnya
n. Masukkan contoh tanah kedalam oven untuk ditentukan kadar airnya

5. Teori
Langkah-langkah perhitungan dan rumus-rumus yang digunakan dalam perhitungan uji konsolidasi adalah sebagai berikut :
1. Menghitung tinggi effektif benda uji (tinggi tanah kering) :.…………..……………………… (11.1)
dimana :
Wd = Berat benda uji (gram)
A = Luas benda uji (cm2)
GS = Berat jenis butir tanah
2. Menghitung besarnya penurunan total ( H ) yang terjadi pada setiap pembebanan
H = Pembacaan arloji pengukur pada permulaan percobaan dikurangi dengan pembacaan arloji pengukur sesudah pembebanan yang bersangkutan
3. Menghitung angka pori mula-mula (angka pori asli) eo dalam persamaan :
……..……….....…....…..……(11.2)
dimana :
Ho = Tinggi contoh tanah mula-mula
4. Menghitung perubahan angka pori (e) pada setiap pembebanan dengan persamaan
..……...…….........………………(11.3)
5. Menghitung angak pori (e) pada setiap pembebanan dengan persamaan :
e = eo - e ………….…………………..……(11.4)
6. Gambarkan harga-harga angka pori ini pada kurva angka pori terhadap tekanan dengan skala logaritma untuk tekanan
7. Menghitung derajat kejenuhan sebelum dan sesudah percobaan dengan persamaan
….……...……..………………..(11.5)
8. Menghitung koefisien konsolidasi ( Cv ) dengan persamaan :
....... ......…..…………..………(11.6)
dimana :
H = tinggi benda uji (cm)
= 0,5 (Ho – 0,5 Ht)
Ho = Tinggi contoh tanah mula-mula
Ht = Tinggi contoh tanah setelah terkonsolidasi
t90 = waktu untuk mencapai konsolidasi 90 %
Menentukan harga t90 :
Menurut Taylor untuk mendapatkan harga t90 diperlukan grafik penurunan terhadap fungsai dari akar waktu.
Langkah-langkah dalam menentukan harga t90 :
- Buat grafik penurunan vs akar waktu penurunan
- Tarik garis singgung pada kurva didaerah penurunan awal dan cari titik potong dengan sumbu akar waktu sebesar 1,15 kali absis titik potong pertama tadi untuk dihubungkan dengan titik potong antara perpanjangan garis singgung tadi dan sumbu vertikal. Absis titik potong antara garis terakhir dengan kurcva itulah yang dinamakan dengan t90
Contoh Laporan :
LAPORAN_PRAKTIKUM TEST KONSOLIDASI _Sahnohilhami_ -
Minggu, 28 November 2010
Download Film Menculik Miyabi (2010) Gratis.
Film Indonesia DVDRip. Ini link Download Film Menculik Miyabi (2010) Gratis.
Sinopsis:
Maria Ozawa, seorang bintang iklan ternama di Jepang mendapat tugas u
ntuk memberikan hadiah pemenang kuis langsung ke Jakarta. Rencana keberangkatan Maria ini ia tulis di blog pribadinya, yang ternyata dibaca oleh tiga anak muda Kevin, Bimo dan Aan. Berita ini membuat Bimo dan Aan semangat dan memaksa Kevin untuk menjemput Maria di bandara. Kevin yang sedang lesu karena diancam Mike, untuk menjauhi Jessica, gadis yang sudah ia cintai sejak ia TK, akhirnya menurut untuk pergi melihat Maria secara langsung
ntuk memberikan hadiah pemenang kuis langsung ke Jakarta. Rencana keberangkatan Maria ini ia tulis di blog pribadinya, yang ternyata dibaca oleh tiga anak muda Kevin, Bimo dan Aan. Berita ini membuat Bimo dan Aan semangat dan memaksa Kevin untuk menjemput Maria di bandara. Kevin yang sedang lesu karena diancam Mike, untuk menjauhi Jessica, gadis yang sudah ia cintai sejak ia TK, akhirnya menurut untuk pergi melihat Maria secara langsungNamun gara-gara ramainya para penggemar Maria di bandara, terjadi kekacauan. Seorang gadis Taiwan, Mie Yao Bie, disangka Miyabi. Alhasil gadis itu dikejar-kejar dan Aan yang ingin menjadi pahlawan di mata Maria, memaksa Kevin dan Bimo “menyelamatkan” Mie Yao Bie dari kejaran penggemar. Mie Yao Bie tentu saja mengamuk, menyangka Kevin cs adalah penculik. Sementara itu, Aan dan Bimo melihat kecantikan Mie Yao Bie melihat peluang untuk memenangkan pertaruhan dengan Mike. Mike memang memberi syarat, kalau Kevin cs tidak bisa membawa gadis cantik ke party, maka Kevin harus menjauhi Jessica seumur hidup
Sementara itu, Jessica mulai tidak betah dengan tingkah laku Mike yang kasar, ingin memulai hubungan dengan Kevin yang ia pandang polos dan lugu. Tapi kemunculan Mie Yao Bie yang terlihat akrab dengan Kevin membuat Jessica sakit hati. Apakah Kevin cs bisa memenangkan pertaruhan dengan Mike, yaitu membawa seorang gadis cantik ke pesta dan mendapatkan hati Jessica kembali? Apa betul seperti kata Mike, Kevin cs cuma mimpi bisa bertemu dengan gadis secantik Maria Ozawa ? Bisakah mimpi mereka bisa menjadi kenyataan?
Video Trailer
Download File:
1. Menculik.Miyabi.DVDrip---unp-padang.blogspot.com.part1
2. Menculik.Miyabi.DVDrip---unp-padang.blogspot.com.part2
3. Menculik.Miyabi.DVDrip---unp-padang.blogspot.com.part3
4. Menculik.Miyabi.DVDrip---unp-padang.blogspot.com.part4
5. Menculik.Miyabi.DVDrip---unp-padang.blogspot.com.part5
Link mediafire : Pass : miyabi
Part 1
Part 2Video Trailer
Download File:
1. Menculik.Miyabi.DVDrip---unp-padang.blogspot.com.part1
2. Menculik.Miyabi.DVDrip---unp-padang.blogspot.com.part2
3. Menculik.Miyabi.DVDrip---unp-padang.blogspot.com.part3
4. Menculik.Miyabi.DVDrip---unp-padang.blogspot.com.part4
5. Menculik.Miyabi.DVDrip---unp-padang.blogspot.com.part5
Link mediafire : Pass : miyabi
Part 1
-
Download Film Menculik Miyabi (2010) Gratis. Film Indonesia DVDRip. Ini link Download Film Menculik Miyabi (2010) Gratis. Sinopsis: Maria Oz...