Laman

Tampilkan postingan dengan label TEKNIK SIPIL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TEKNIK SIPIL. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Februari 2011

Mahasiswa Teknik sipil

Photobucket



Photobucket

Nama : SAHNO HILHAMI
Nim/BP : 14459/09
Prody : Teknik Sipil dan Bangunan
Jurusan : Teknik Sipil
Fakultas : UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Kamis, 16 Desember 2010

Soal Perhitungan Sambungan Kayu dengan Paku




MENGHITUNG SAMBUNGAN DENGAN PAKU -

Struktur Kayu



Pendahuluan

Indonesia merupakan suatu negara yang kaya dengan kayu, baik jenis maupun kuantitasnya. Pulau – pulau besar .seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi, saat ini masih mempunyai hutan yang sangat luas yang banyak menghasilkan kayu. Namun sayangnya, penelitian tentang kayu ini masih sangat kurang. Oleh karenanya pemakaian kayu dalam konstruksi terlalu berlebihan, sedang penggunaan alat penyambungpun masih memakai alat penyambung yang sudah kuno. Padahal penyambungan dengan alat sambung moderen akan dapat menghemat pemakaian kayu.

Sehubungan dengan hal di atas, maka dalam buku ini akan dibicarakan beberapa hal tentang kayu, sperti : Jenis dan pertumbuhan kayu, sifat-sifat kayu, tegangan dan daya dukung kayu, kelas dan mutu kayu, sambungan dan alat sambung kayu, dan contoh perhitungan gelagar untuk jembatan kayu sederhana.

A. Pohon

Sebatang pohon terdiri dari batang, dahan (cabang), ranting, dan daun. Bila sebatang pohon dipotong secara melintang pada bagian batangnya, akan terlihat bagian-bagiannya sebagai berikut.

Lihat Gambar Penampang Kayu

1. Kulit luar, yaitu bagian sebelah luar dari batang pohon yang merupakan lapisan yang sudah mati, lapisan ini berfungsi melindungi bagian-bagian sebelah dalamnya.

2. Kulit dalam, merupakan bagian sebelah dalam dari kulit luar yang masih hidup, bagian ini merupakan bagian yang sangat tipis yang dinamakan “lapisan kambiun”.

3. Lapisan kambiun, Lapisan ini berfungsi mengangkut dan menyalurkan makanan yang diproses pada daun ke bagian-bagian lain dari sebatang pohon. Proses pertumbuhan sebatang pohon terjadi pada lapisan kambiun ini, sel-sel mmecah, bertumbuh dan memecah lagi untuk membentuk sel-sel kulit baru atau zat kayu yang baru.

4. Kayu muda (Kayu lunak), terdapat pada bagian sebelah dalam dari lapisan kambiun. Kayu muda (kayu lunak) berwarna keputih-putihan yang disebut dengan “ kayu gubal” (sap wood). Lapisan ini merupakan bagian yang hidup pada kayu, zat makanan yang diserap oleh akar pohon diteruskan ke daun untuk diolah melalui bagian kayu lunak tersebut, kemudian didistribusikan kembali kebagian lainya juga melalui lapisan ini. Selain berfungsi sebagai pembawa dan pendistribusian juga berfungsi sebagai tempat menyimpan makanan. Ketebalan lapisan kayu muda atau kayu gubal ini berbeda-beda pada setiap pohon (tergantung pada jenis pohonnya).

5. Kayu inti (kayu teras), bagian sebelah dalam dari kayu muda terdapat lapisan yang lebih tebal dan lebih keras yang disebut “kayu teras” atau kayu inti, yaitu bagian yang berperan hanya sebagai inti kayu yang kuat dan kokoh. Lapisan kayu teras atau kayu inti berwarna agak lebih tua dari kayu gubal. Karena pada lapisan ini tidak terdapat bahan makanan di dalamnya , maka lapisan ini lebih awet dibanding dengan kayu gubal. Oleh karenanya bagian kayu teras atau kayu inti ini merupakan bahan yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan konstruksi.
6. Hati kayu, merupakan bagian yang terdalam dari batang pohon, bagian ini merupakan bagian yang berguna untuk menentukan jenis pohon.

B. Jenis pohon

Secara umum pohon (kayu) dapat digolongkan atas dua jenis, yaitu pohon berpori dan pohon tidatk berpori. Pohon berpori mempunyai kayu lunak dan pohon

tidak berpori mempunyai kayu keras Ada beberapa macam sel yang terdapat pada kayu, baik kayu lunak maupun kayu keras. Akan tetapii ada jenis sel yang terdapat pada kayu lunak tapi tidak terdapat pada kayu keras dan sebaliknya.

1. Kayu lunak

Pada kayu lunak terdapat beberapa macam sel yang berfungsi mengangkut makanan ke arah tertentu dari pohon, jenis sel yang terdapat pada kayu lunak tersebut adalah:

a. Tracheids, bagian ini terdapat pada kayu lunak yang berfungsi untuk membawa bahan makanan ke arah memanjang // arah sumbu batang atau dahan dan ranting. Sel ini berukuran panjang ± 2 sampai 7 mm dengan ¯ kira-kira 1/100 panjangnya.

b. Parenchima, adalah suatu sinar sumsum yang dibentuk oleh sel-sel untuk membawa makanan ke arah radial. Sel-sel/sinar yang dibentuk oleh sel-sel tersebut juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan makanan.

c. Papa damar, bagian ini terbentuk setelah bertambahnya gelang tahun yang menyebabkan terjadinya lubang-lubang memanjang (ruangan interseluler). Mula-mula ruangan ini berisi udara saja, tetapi dalam waktu yang lama sesuai petumbuhan kayu, ruangan tersebut berisi semacam zat resin yang dinamakan “Damar”.

1. Kayu keras

Sebagaimana pada kayu lunak, pada kayu keras juga terdapat beberapa macam sel sebagai berikut:

a. Serat (Fiber), merupakan bagian yang terbanyak terdapat pada kayu keras, sama halnya dengan “tracheids” pada kayu lunak. Serat tersebut berukuran panjang ± 0,6 sampai 3 mm. Dengan dinding lebih tipis.

b. Parenchima, seperti pada kayu lunak sel ini membentuk jari-jari teras yang arahnya juga ada // arah serat. Jumlah jari-jari ini lebih banyak dibanding dengan yang terdapat pada kayu lunak.

c. Pori/pipa, pada kayu lunak tidak terdapat pipa tetapi terdapat pori-pori (pipa damar) atau dikatakan non porous. Sedang pada kayu keras tidak terdapat pipa-pipa damar, tetapi terdapat pori / pipa atau dikatakan porous. Hal ini merupakan perbedaan antara kayu lunak dan kayu keras.

Jumat, 26 November 2010

Sejarah Teknik Sipil Indonesia



Teknik sipil adalah salah satu cabang ilmu teknik yang mempelajari tentang bagaimana merancang, membangun, merenovasi tidak hanya gedung dan infrastruktur, tetapi juga mencakup lingkungan untuk kemaslahatan hidup manusia.

Teknik sipil mempunyai ruang lingkup yang luas, di dalamnya pengetahuan matematika, fisika, kimia, biologi, geologi, lingkungan hingga komputer mempunyai peranannya masing-masing. Teknik sipil dikembangkan sejalan dengan tingkat kebutuhan manusia dan pergerakannya, hingga bisa dikatakan ilmu ini bisa merubah sebuah hutan menjadi kota besar


Cabang-cabang ilmu teknik sipil


* Struktural: Cabang yang mempelajari masalah struktural dari materi yang digunakan untuk pembangunan. Sebuah bentuk bangunan mungkin dibuat dari beberapa pilihan jenis material seperti baja, beton, kayu, kaca atau bahan lainnya. Setiap bahan tersebut mempunyai karakteristik masing-masing. Ilmu bidang struktural mempelajari sifat-sifat material itu sehingga pada akhirnya dapat dipilih material mana yang cocok untuk jenis bangunan tersebut. Dalam bidang ini dipelajari lebih mendalam hal yang berkaitan dengan perencanaan struktur bangunan, jalan, jembatan, terowongan dari pembangunan pondasi hingga bangunan siap digunakan.

* Geoteknik: Cabang yang mempelajari struktur dan sifat berbagai macam tanah dalam menopang suatu bangunan yang akan berdiri di atasnya. Cakupannya dapat berupa investigasi lapangan yang merupakan penyelidikan keadaan-keadaan tanah suatu daerah dan diperkuat dengan penyelidikan laboratorium.

* Manajemen Konstruksi: Cabang yang mempelajari masalah dalam proyek konstruksi yang berkaitan dengan ekonomi, penjadwalan pekerjaan, pengembalian modal, biaya proyek, semua hal yang berkaitan dengan hukum dan perizinan bangunan hingga pengorganisasian pekerjaan di lapangan sehingga diharapkan bangunan tersebut selesai tepat waktu.

* Hidrologi: Cabang yang mempelajari air, distribusi, pengendalian dan permasalahannya. Mencakup bidang ini antara lain cabang ilmu hidrologi air (berkenaan dengan cuaca, curah hujan, debit air sebuah sungai dsb), hidrolika (sifat material air, tekanan air, gaya dorong air dsb) dan bangunan air seperti pelabuhan, irigasi, waduk/bendungan(dam), kanal.

* Teknik Lingkungan: Cabang yang mempelajari permasalahan-permasalahan dan isu lingkungan. Mencakup bidang ini antara lain penyediaan sarana dan prasarana air besih, pengelolaan limbah dan air kotor, pencemaran sungai, polusi suara dan udara hingga teknik penyehatan.

* Transportasi: Cabang yang mempelajari mengenai sistem transportasi dalam perencanaan dan pelaksanaannya. Mencakup bidang ini antara lain konstruksi dan pengaturan jalan raya, konstruksi bandar udara, terminal, stasiun dan manajemennya.

* Informatika Teknik Sipil: Cabang baru yang mempelajari penerapan Komputer untuk perhitungan/pemodelan sebuah sistem dalam proyek Pembangunan atau Penelitian. Mencakup bidang ini antara lain dicontohkan berupa pemodelan Struktur Bangunan (Struktural dari Materi atau CAD), pemodelan pergerakan air tanah atau limbah, pemodelan lingkungan dengan Teknologi GIS (Geographic information system).

Keluasan cabang dari teknik sipil ini membuatnya sangat fleksibel di dalam dunia kerja. Profesi yang didapat dari seorang ahli bidang ini antara lain: perancangan/pelaksana pembangunan/pemeliharaan prasarana jalan, jembatan, terowongan, gedung, bandar udara, lalu lintas (darat, laut, udara), sistem jaringan kanal, drainase, irigasi, perumahan, gedung, minimalisasi kerugian gempa, perlindungan lingkungan, penyediaan air bersih, survey lahan, konsep finansial dari proyek, manajemen projek dsb. Semua aspek kehidupan tercangkup dalam muatan ilmu teknik sipil.

Perbedaan dari arsitek, terletak pada posisi ahli teknik sipil dalam sebuah proyek. Arsitek menyumbangkan rancangan, ide, kemungkinan pelaksanaan pembangunan di atas kertas. Hasil rancangan tersebut diserahkan selanjutnya kepada staf ahli bidang teknik sipil untuk pelaksanaan pembangunan. Tahapan ini, ahli teknik sipil melakukan perbaikan/saran dari pelaksanaan perencanaan, koordinasi dalam proyek, mengamati jalannya proyek agar sesuai dengan perencanaan. Selain itu, ahli teknik sipil juga membangun konsep finansial dan manajemen proyek atas hal-hal yang mempengaruhi jalannya proyek.

Ahli teknik sipil tidak hanya berurusan dengan pembangunan sebuah proyek bangunan, tetapi di bidang lain seperti yang berkaitan dengan informatika, memungkinkan untuk memodelisasi sebuah bentuk dengan bantuan program CAD, pemodelan kerusakan akibat gempa, banjir. Hal ini sangat penting di negara maju sebagai tolak ukur kelayakan pembangunan sebuah bangunan vital yang mempunyai risiko dapat menelan korban banyak manusia seperti reaktor nuklir atau bendungan, jika terjadi kegagalan perencanaan teknis. Rancangan bangunan tersebut biasanya dimodelkan dalam komputer dengan diberikan faktor-faktor ancaman bangunan tersebut seperti gempa dan keruntuhan struktur material. Peran ahli teknik sipil juga masih berlaku walaupun fase pembangunan sebuah gedung telah selesai, seperti terletak pada pemeliharaan fasilitas gedung tersebut.

Materi utama

* Mekanika teknik
* Konstruksi baja
* Konstruksi beton
* Konstruksi kayu
* Konstruksi gelas
* Mekanika tanah
* Teknik Pondasi
* Hidrologi
* Hidrolika
* Bangunan air
* Manajemen konstruksi
* Dinamika Struktur
* Earthquake engineering
* Informatika
* Ilmu Ukur Tanah
* Strukrut bangunan sipil


Aplikasi ilmu teknik sipil di Indonesia

* Sosrobahu
* Konstruksi Cakar Ayam
* Jembatan Suramadu
* Gedung
* Stadiun
* Underpas
* Fly Over
* Bandara
* Terowongan
* Jalan Busway
* Dermaga
* Jalan Kereta api
* Pelabuhan


Tokoh teknik sipil Indonesia

* Tjokorda Raka Sukawati
* Prof. Thoskykovsky
* Prof. Dr. Ir. Hendricho Msc
* Ir. Rooseno
* Ir. Ahadi
* Ir. Soetami
* Prof Sedijatmo
* Prof. Dr. Ir. Wiratman Wangsadinata
* Prof. Dr. Moh. Sahari Besari MSc., Ph.D
* Ir.Soekarno

Kamis, 25 November 2010

Skala Gambar Teknik Dasar




Skala Gambar Teknik Dasar -

Bentuk Garis Gambar Teknik Dasar




Bentuk Garis Gambar Teknik Dasar -

Macam-Macam Bentuk Rangka Kuda-Kuda




Macam-Macam Bentuk Rangka Kuda-Kuda -

Alat Gambar Teknik Dasar




Alat Gambar Teknik Dasar -

Rencana Atap dan Kuda-kuda




Rencana Atap dan Kuda-kuda -

Kozen Pintu dan Jendela




Kozen Pintu dan Jendela -

Pondasi Batu Kali




Pondasi Batu Kali -

Dinding bata




Dinding bata -

Minggu, 17 Oktober 2010

SNI- 19- 0232 -2005 NAB Udara ditempat kerja




SNI_19_0232_2005_NAB_Udara_di_tempat_kerja

Identifikasi dan Karakteristik Limbah B3



I. Pendahuluan

limbah-b31Dalam pengeolaan limbah B3, identifikasi dan karakteristik limbah B3 adalah hal yang penting dan mendasar. Didalam pengelolaan limbah B3, prinsip pengelolaan tidak sama dengan pengendalian pencemaran air dan udara yang upaya pencegahanna di poin source sedangkan pengelolaan limbah B3 yaitu from cradle to grave. Yang dimaksud dengan from cradle to grave adalah pencegahan pencemaran yang dilakukan dari sejak dihasilkannya limbah B3 sampai dengan di timbun / dikubur (dihasilkan, dikemas, digudangkan / penyimpanan, ditransportasikan, di daur ulang, diolah, dan ditimbun / dikubur). Pada setiap fase pengelolaan limbah tersebut ditetapkan upaya pencegahan pencemaran terhadap lingkungan dan yang menjadi penting adalah karakteristik limbah B3 nya, hal ini karena setiap usaha pengelolaannya harus dilakukan sesuai dengan karakteristiknya.

Menurut PP 18 Tahun 1999 tentang pengelolaan limbah B3, pengertian limbah B3 adalah sisa suatu usaha dan atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan / atau beracun yang karena sifat dan / atau konsentrasinya dan / atau jumlahnya, baik secara langsung dapat mencemarkan dan / atau merusak lingkungan hidup, dan / atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, keangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya.

Dari definisi diatas, semua limbah yang sesuai dengan definisi tersebut dapat dikatakan sebagai limbah B3 kecuali bila limbah tersebut dapat mentaati peraturan tentang pengendalian air dan atau pencemaran udara. Misalnya limbah cair yang mengandung logam berat tetapi dapat diolah dengan water treatment dan dapat memenuhi standat effluent limbah yang dimaksud maka, limbah tersebut tidak dikatakan sebagai limbah B3 tetapi dikategorikan limbah cair yang pengawasannya diatur oleh Pemerintah.

II. Identifikasi Limbah B3

Alasan diperlukannya identifikasi limbah B3 adalah:

1. mengklasifikasikan atau menggolongkan apakah limbah tersebut merupakan limbah B3 atau bukan.
2. menentukan sifat limbah tersebut agar dapat ditentukan metode penanganan, penyimpanan, pengolahan, pemanfaatan atau penimbunan.
3. menilai atau menganalisis potensi dampak yang ditimbulkan tehadap lingkngan, atau kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya

Tahapan yang dilakuka dalam identifikas limbah B3 adalah sebagai berikut:

1. Mencocokkan jenis limbah dengan daftar jenis limbah B3 sebagaimana ditetapkan pada lampiran 1 (Tabel 1,2, dan 3) PP 85/1999.
2. Apabila tidak termasuk dalam jenis limbah B3 seperti lampiran tersebut, maka harus diperiksa apakah limbah tersebut memiliki karakteristik: mudah meledak, mudah terbakar, beracun, bersifat reaktif, menyebabkan infeksi dan atau bersifat infeksius.
3. apabila kedua tahap telah dijalankan dan tidak termasuk dalam limbah B3, maka dilakukan uji toksikologi.

III. Karakteristik Limbah B3

Selain berdasarkan sumbernya (Lampiran 1,2 dan 3 PP 85/1999), suatu limbah dapat diidentifikasi sebagai limbah B3 berdasarkan uji karakteristik. Karakteristik limbah B3 meliputi:

- mudah meledak

- mudah terbakar

- bersifat reaktif

- beracun

- menyebabkan infeksi

- dan bersifat korosif

Suatu limbah diidentifikasikan sebagai limbah B3 berdasarkan karakteristiknya apabila dalam pengujiannya memiliki satu atau lebih kriteria atau sifat karakteristik limbah B3.

SNI 03-1726-1989 "Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Rumah Dan Gedung"




SNI 03-1726-1989 Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Rumah Dan Gedung _SAHNOHILHAMI_

Rabu, 13 Oktober 2010

Konversi satuan metric – imperial



pernah ditanya 80 feet itu berapa meter? atau 1 psi itu berapa bar? atau ditanya satuan yang kita sendiri gak pernah denger?

memang sulit sih kalo negara-negara yang ada gak punya standar yang sama tentang penggunaan satuan ukuran, banyak negara yang menggunakan sistem metric (indonesia juga termasuk) tapi ada juga yang menggunakan sistem imperial. jika sistem metric menggunakan satuan jarak meter/kilometer maka sistem imperial menggunakan yard/mil. kalo satuan metric menggunakan gram/kilogram untuk berat maka imperial biasa memakai satuan pound. nah negara yang menggunakan satuan imperial ini adalah amerika serikat, dan beberapa negara seperti liberia (di daerah afrika barat) dan burma (myanmar di asia tenggara). sebenarnya beberapa negara besar seperti inggris, australia, afrika selatan, kanada dan beberapa negara lain dieropa pernah menggunakan sistem imperial, tapi mulai sekitar tahun 1970an berangsur-angsur mengganti standarnya dengan satuan metric (walau masih ada yang menggunakan sistem imperial).

untuk negara seperti amerika serikat ini memang ingin membuat standar sendiri dan enggan mengikuti standar yang ada seperti di eropa, ini mungkin karena amerika menganggap dirinya negara adikuasa yang tidak ingin mengikuti negara2 lain.

untuk kita sendiri perbedaan tersebut tidak terlalu menjadi masalah, tapi mungkin kadang2 bingung untuk melakukan konversi tersebut. berikut saya beri beberapa konversi satuan yang sering kita jumpai, dan juga beberapa satuan khusus.

SATUAN PANJANG:

  • 1 yards = 0,9144 meter = 36 inches
  • 1 inch = 2,54 centimeters
  • 1 foot (feet) = 30,48 centimeters = 12 inches
  • 1 mile = 1,609 kilometers = 5280 feet = 1760 yard

SATUAN BERAT:

  • 1 kilogram = 2,2046 pounds (lbs) = 35,2739 ounces (oz)
  • 1 pounds = 453,59 grams
  • 1 ounce = 28,350 grams

SATUAN VOLUME:

  • 1 liter = 0,2642 US gallons = 0,2200 imperial gallons = 33,824 fluid ounces
  • 1 cubic feet = 28,3168 liters = 7,4827 US gallon = 6,2309 imperial gallon
  • 1 barrel of oil = 158,9873 liter = 42.0123 US gallons = 5,6146 cubic feet
  • 1 imperial gallon = 4,544 liters = 8 pints = 4 quarts
  • 1 US gallon = 3,7843 liter = 7,9976 pints = 15,995 cups
  • 1 liter = 1,761 pints = 0,881 quarts

SATUAN TEKANAN:

  • 1 bar = 1,0197 Kg/Cm = 0,689 pounds per inch = 14,5 pounds per square inch (psi)
  • 1 bar = 100 kilopascals = 0,9869 atmospheres (atm)
  • 1 atmospheres = 1.01325 bar
  • 1 psi = 0,0690 bar = 0,0703 Kg/Cm2 (3000 psi = 206,89 bar)

SATUAN KECEPATAN:

  • 1 kph (kilometer per hour) = 0,6213 mph (mil per hour) = 0,5399 knot
  • 1 knot = 1,852 kph = 1,151 mph
  • 1 kph = 0,2778 meter per second = 0,911 feet per second

SATUAN LAIN:

  • Kertas
    • 24 sheets (lembar) = 1 quire
    • 20 quires = 1 ream
    • 10 reams = 1 bale
  • Circular
    • 60 seconds = 1 minute
    • 60 minutes = 1 degree
    • 360 degrees = 1 circumference
    • 1 degree of the Earth’s surface (1 meridian) = 69.16 miles at the equator
  • Miscellaneous
    • 12 units = 1 dozen
    • 12 dozen = 1 gross
    • 20 units = 1 score
    • 1 hand = 4 inches
    • 1 fathom = 6 feet
    • 1 nautical mile = 6076 feet
    • 3 nautical miles = 1 league
    • 1 bushel of potatoes = 60 pounds
    • 1 barrel of flour = 196 pounds
    • 1 cubic foot of water (7.48 gallons) = 62.425 pounds
    • Atmospheric pressure at sea level = 14.7 pounds per square inch
    • 13.5 cubic feet of air = 1 pound
  • Infinite (english)
    • 1 astronomical unit = 93 million miles = 150 million kilometers

    • 1 light-year = 63225.80645 astronomical units = 5.88 trillion miles = 9.46 trillion kilometers

    • 1 parsec = 3.26 light-years = 19.1688 trillion miles = 30.8396 trillion kilometers

    • NOTE: An astronomical unit (AU) is the distance between the Earth and the Sun. A light-year is the distance travelled by a photon, in vacuum, in one year. A parsec is a distance having a PARallax of one SECond of arc, as measured from diametrically opposite points along the Earth’s orbit. Try not to fall off the end of these figures.

Gimana? sudah sedikit mengerti tentang satuan2 yang belum dikenal? OK, semoga ini bisa membantu.

terima kasih

Senin, 11 Oktober 2010

Bahan materi mata kuliah STATISTIKA




Bahan materi mata kuliah STATISTIKA _SAHNOHILHAMI_

Minggu, 10 Oktober 2010

BAHAN MATA KULIAH STATISTIKA




MATA KULIAH STATISTIKA _SAHNOHILHAMI_

Sabtu, 09 Oktober 2010

Konversi Satuan Ukuran Berat, Panjang, Luas dan Isi



Berikut ini adalah satuan ukuran secara umum yang dapat dikonversi untuk berbagai keperluan sehari-hari yang disusun berdasarkan urutan dari yang terbesar hingga yang terkecil :

km = Kilo Meter
hm = Hekto Meter
dam = Deka Meter
m = Meter
dm = Desi Meter
cm = Centi Meter
mm = Mili Meter

A. Konversi Satuan Ukuran Panjang
Untuk satuan ukuran panjang konversi dari suatu tingkat menjadi satu tingkat di bawahnya adalah dikalikan dengan 10 sedangkan untuk konversi satu tingkat di atasnya dibagi dengan angka 10. Contoh :

- 1 km sama dengan 10 hm
- 1 km sama dengan 1.000 m
- 1 km sama dengan 100.000 cm
- 1 km sama dengan 1.000.000 mm
- 1 m sama dengan 0,1 dam
- 1 m sama dengan 0,001 km
- 1 m sama dengan 10 dm
- 1 m sama dengan 1.000 mm

B. Konversi Satuan Ukuran Berat atau Massa
Untuk satuan ukuran berat konversinya mirip dengan ukuran panjang namun satuan meter diganti menjadi gram. Untuk satuan berat tidak memiliki turunan gram persegi maupun gram kubik. Contohnya :

- 1 kg sama dengan 10 hg
- 1 kg sama dengan 1.000 g
- 1 kg sama dengan 100.000 cg
- 1 kg sama dengan 1.000.000 mg
- 1 g sama dengan 0,1 dag
- 1 g sama dengan 0,001 kg
- 1 g sama dengan 10 dg
- 1 g sama dengan 1.000 mg

C. Konversi Satuan Ukuran Luas
Satuan ukuran luas sama dengan ukuran panjang namun untuk mejadi satu tingkat di bawah dikalikan dengan 100. Begitu pula dengan kenaikan satu tingkat di atasnya dibagi dengan angka 100. Satuan ukuran luas tidak lagi meter, akan tetapi meter persegi (m2 = m pangkat 2).

- 1 km2 sama dengan 100 hm2
- 1 km2 sama dengan 1.000.000 m2
- 1 km2 sama dengan 10.000.000.000 cm2
- 1 km2 sama dengan 1.000.000.000.000 mm2
- 1 m2 sama dengan 0,01 dam2
- 1 m2 sama dengan 0,000001 km2
- 1 m2 sama dengan 100 dm2
- 1 m2 sama dengan 1.000.000 mm2

D. Konversi Satuan Ukuran Isi atau Volume
Satuan ukuran luas sama dengan ukuran panjang namun untuk mejadi satu tingkat di bawah dikalikan dengan 1000. Begitu pula dengan kenaikan satu tingkat di atasnya dibagi dengan angka 1000. Satuan ukuran luas tidak lagi meter, akan tetapi meter kubik (m3 = m pangkat 3).

- 1 km3 sama dengan 1.000 hm3
- 1 km3 sama dengan 1.000.000.000 m3
- 1 km3 sama dengan 1.000.000.000.000.000 cm3
- 1 km3 sama dengan 1.000.000.000.000.000.000 mm3
- 1 m3 sama dengan 0,001 dam3
- 1 m3 sama dengan 0,000000001 km3
- 1 m3 sama dengan 1.000 dm3
- 1 m3 sama dengan 1.000.000.000 mm3

Cara Menghitung :
Misalkan kita akan mengkonversi satuan panjang 12 km menjadi ukuran cm. Maka untuk merubah km ke cm turun 5 tingkat atau dikalikan dengan 100.000. Jadi hasilnya adalah 12 km sama dengan 1.200.000 cm. Begitu pula dengan satuan ukuran lainnya. Intinya adalah kita harus melihat tingkatan ukuran serta nilai pengali atau pembaginya yang berubah setiap naik atau turun tingkat/level.

Satuan Ukuran Lain :

A. Satuan Ukuran Panjang
- 1 inch / inchi / inc / inci = sama dengan = 25,4 mm
- 1 feet / ft / kaki = sama dengan = 12 inch = 0,3048 m
- 1 mile / mil = sama dengan = 5.280 feet = 1,6093 m
- 1 mil laut = sama dengan = 6.080 feet = 1,852 km

1 mikron = 0,000001 m
1 elo lama = 0,687 m
1 pal jawa = 1.506,943 m
1 pal sumatera = 1.851,85 m
1 acre = 4.840 yards2
1 cicero = 12 punt
1 cicero = 4,8108 mm
1 hektar = 2,471 acres
1 inchi = 2,45 cm

B. Satuan Ukuran Luas
- 1 hektar / ha / hekto are = sama dengan = 10.000 m2
- 1 are = sama dengan = 1 dm2
- 1 km2 = sama dengan = 100 hektar

C. Satuan Ukuran Volume / Isi
1 liter / litre = 1 dm3 = 0,001 m3

D. Satuan Ukuran Berat / Massa
- 1 kuintal / kwintal = sama dengan = 100 kg
- 1 ton = sama dengan = 1.000 kg
- 1 kg = sama dengan = 10 ons
- 1 kg = sama dengan = 2 pounds