Laman

Sabtu, 02 Oktober 2010

Cara Menentukan Batas Cair Tanah



LAPORAN UJI BERAT JENIS TANAH
Di susun berdasarkan praktek uji berat jenis dilaboratorium

I. PENDAHULUAN

Tanah merupakan material material padat yang tidak tersementasi( tidak terikat secara kimiawi). Butiran mineral-mineral padat tanah berasal dari bahan-bahan organic yang mengalami pelapukan.

dalam pengujian dilapangan maupun di laboratorium tanah, tanah mempunyai criteria pengujian yaitu pengujian secara fisik dan mekanik. Adapun pengujian tanah dilaboraratorium yang masuk dalam golongan pengujian fisik yaitu diantaranya kadar air, berat jenis, berat isi, uji analisa saringan dan uji batas-batas atterberg. Mengenai uji sifat tanah yang meliputi uji sifat mekanik yaitu uji konsolidasi, uji cbr, uji pemadatan dan uji uat geser langsung.

Dalam penyusunan laporan kali ini yaitu mengenai pengujian berat jenis tanah (specific grafity). GS didefinisikan sebagai perbandingan antara berat volume butiran padat (Ys) dengan berat volume air (Yw).

Gs : Ys

Yw dimana:

Ys : volume butiran padat

Yw : berat volume air

Harga spesifik dari butiran tanah (bagian padat) sering dibutuhkan dalam macam-macam keperluan perhitungan dalam mekanika tanah. Harga tersebut dapat diperoleh atau ditentukan setelah mengalami proses pengujian dilaboratorium.

Yang perlu digaris bawahi yaitu bahwa GS tidak mempunyai dimensi. Gs berkisar antara 2.65 sampai dengan 2.75 nilai Gs sebesar 2.67 biasanya digunakan untuk tanah-tanah yang tidak berkohesifanorganik berkisarantara2.68 sampai dengan 2.72. berikut ini adalah berbagai jeenis tanah dengan berat jenisny.


Jenis tanah Berat jenis

Kerikil 2.65-2.68

Pasir 2.62-2.68

Lanau anorganik 2.62-2.68

Lempung organik 2.58-2.65

Lempung anorganik 2.68-2.75

Humus 1.37

gambut 1.25-1.80


II MAKSUD DAN TUJUAN

Yang pasti maksud dan tujuan dilakukanya pengujian tentang beratjenis suatu tanah yaitu tidak lain untuk mengetahui seberapa besar berat jenis yang terkandung dalam tanah yangkita uji. Selain dari pada itu yaitu untuk keterampilan dan ilmu pengetahuan mahasiswa teknik sipil khususnya dalam melakukan praktek uji tanah dilaboratorium dan meneruskan matakuliah yang telah diperoleh di semester yang lalu.

III. ALAT YANG DIGUNAKAN

Dalampengujian berat jenis tanah yang dilakukan dilaboratorium mengunakan alat-alat Bantu sebagai berikut

1. Piknometer 500 ml

2. Ember

3. Kompor listrik

4. Neraca dengan ketelitian 0.01 gr

5. ayakan no.4

IV. PROSEDUR PELKSANAAN









1. Persiapkan piknometer sebagai alat Bantu dalam pengujian

2. Timbang piknometer yang telah kita persiapkan

3. Setelah menimbang piknometer persiapkan tanah kering oven secukupnya

4. Ayak tanah kering oven tersebut mengunakan ayakan no.4

5. Masukan tanahkering oven yang sudah kita ayak kedalam piknometer

6. Timbang kembali piknometer yang sudah berisikan tanah kering oven

7. Tuangkan air suling kedalam piknometer yang sudah berisikan tanah kering oven

8. Persiapkan kompor listrik yang akan kita gunakan untuk memanaskan piknometer yang sudah kita isis dengan air suling dan tanah kering oven

9. Letakan piknometer di atas kompor listrik yang sudah kita nyalakan

10. Diamkan piknometer yang telah berisikan air dan tanah kering sampai mendidih dan mengeluarka gelembung udara

11. Angkat piknometer dari atas kompor listrik apabila dirasa sudah cukup dalam proses pemanasan

12. Rendan piknometer yang masih berisikan tanah dan air kedalam ember yang berisikan air

13. Diamkan piknometer sampai tanahnya mengendap dan sudah dingin setelah mengalami proses pemanasan

14. Angkat dan timbang kembali piknometer yang telah mengalami proses perendaman didalam ember.

V. PERHITUNGAN

Misalkan :

W1 : Berat piknometer

W2 : Berat piknometer + Tanah kering Oven

W3 : Berat piknometer + Tanah kering oven + Air suling

W4 : Berat piknometer + Air suling

Maka diperoleh

W1 : 174,5 gram

W2 : 234.8 gram

W3 : 711.5 gram

W4 : 673.8 gram

Dengan demikian Gs dapat kita hitung dengan memasukan rumus yang telah tersedia:

Gs :W2-W3

(W4-W1)-(W3-W2)

: 243.8 gr – 711.5 gr

(673.8 gr – 174.5 gr) – (711.5 gr – 234.8 gr)

: 60.3 gr

499.3 gr – 477.7 gr

: 60.3 gr

22.6 gr

: 2.668 gr

: 2.67 gr

VI. KESIMPULAN

Dengan demikian dari hasil perhitungan yang telah dilakukan diperoleh nilai Gs sebesar :

Gs = 2.67 gram.

Hasil uji dilaboratorium tanah membuktikan bahwa tanah kering oven yang lolos saringan no.4 merupakan jenis tanah PASIR dikarenakan memiliki berat jenis tanah diantara 2.65-2.68 gram.

VII. DAFTAR PUSTAKA

“Materi ilmu Mekanika tanah semester 1 oleh Bpk. Santoso.Mt

0 komentar:

Posting Komentar